Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

The Letter_Hoobastank feat Vannesa am

meet me there at midnight  same place we always go  you're absolutely sure he doesn't know  those words jump off the letter  that i found behind our bed  haunting me they echo in my head  in my head.  its too late to try and work it out  there's no way to turn this thing around  its so hard, there in the letter that i've found  i've memorized it line for line  too bad that letter isn't mine, no  when can i then see you  i've been counting the days  i promise you our secret will be safe  no i just cant continue  reading thru my tears  the beating of the letter is so clear  so clear  its too late to try and work it out.  there's no way to turn this thing around  its so hard, there in the letter that i've found  i memorized it line by line  too bad that letter isn't mine.  u wanted me to find it  never tried to hide it  running never fades those words are here to stay  i hope u find this letter  writing you today 

Cahaya yang Hilang

Bagaimana mungkin aku bisa melihat di kegelapan tanpa cahaya. Mengintip di semak petang tanpa kilasan. Bahkan meraba rimbunan duri tanpa terluka. Apa aku memang sudah buta? Atau indra perasa-ku sudah tak mampu merasa? Atau hanya zatnya saja yang tak mampu dicerna mata. ....Bahkan dirasa sendi kulitku. akan tetapi, ada harapan sekilas terbit, ketika telapak tangan menengadah dalam sunyi malam. Menangis dalam pekat kedukaan. ......terlantar diantara ratapan-ratapan Asma-Nya. aku hilang bentuk. aku hilang ratap. aku hilang sukma. Wahai Tuhan. Engkau pasti tahu aku sedang berduka. Engkau pasti mengerti dukaku sebesar luka-ku. Tapi masih haruskah aku meyakinkan hatiku yang seolah bukan milikku, akan Engkau? Tidak, sedikitpun aku tidak meragukanMu. membayangkannya pun aku tak pernah. ...........Bagaimana dengan perasaanku? aku bukan meragukanMu. aku hanya ingin menarik perhatianMu. Cahaya yang hilang....terangi lagi...terangi aku lagi... EJ

Ringkasan Filsafat Ilmu Karya Jujun S. Suriasumantri

I. ILMU DAN FILSAFAT Pengetahuan dimulai denga rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang ita belum tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang seakan tak terbatas ini. Demikian juga berfilsafat berarti mengoreksi diri, semacam keberanian untuk berterus terang, seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang dicari telah kita jangkau. Berfilsafat tentang ilmu berarti kita berterus terang kepada diri kita sendiri: apakah sebenarnya yang asaya ketahui tentang ilmu? Apakah cirri-cirinya yang hakiki yang membedakan ilmu dari pengetahuan-pengetahuan lainnya yang bukan ilmu? Bagaimana saya ketahui bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang benar? Kriteria apa yang kita pakai dalam menentukan kebenaran secara ilmiah? Mengapa kita mempelajari ilmu? Apakah kegunaannya sebenarnya? Demikian juga

Menikmati Anugerah

Peristiwa-peristiwa tak mengenakkanyang menimpamu, itulah yang akan mengajarkanmu bagaimana menikmati anugrah… ~ Dr. ‘Aidh Al-Qarni